Bicara Tentang Perempuan!
"Makin kurusan ya"
"Makin gendutan"
"Ah gak cantik kamu karna ga m**t**
Karna pirang:
"Ish rambut mu itu loh kek B2"
"Rambut mu ga cocok di pirang terlihat
tua"
"Wajah mu makin tirus ya"
"Wajah mu makin hari makin banyak ya
jerawatnya"
"Wajah mu tiba-tiba kusam ya"
Body shaming yang masih sering dilontarkan baik secara spontan yang membuat
seorang perempuan insecure.
"Ngapain sekolah tinggi-tinggi kalo toh nya di dapur"
"Ah gak cocok kamu jadi ketua organisasi kamu kan perempuan takutnya emosi kamu gak stabil saat mimpin
anggota mu"
"Baju mu itu terbuka kali, mau ngundang cowok?"
"Gak usah sekolah tinggi-tinggi nanti laki-laki menjauh"
"Kamu kan perempuan gausah banyak bicara, ga sopan!"
"Nanti kalau sudah menikah, kamu kan perempuan, milih jadi
ibu rumah tangga atau wanita karir?"
Mba Najwa pernah bilang gini:
"Kenapa sih perempuan selalu disuruh memilih? Bukankah seorang perempuan ber-hak
menentukan pilihannya? Pertanyaan itu sejak awal membuat perempuan seolah-olah
tidak berdaya".
Yes, I agree!!.
Mengapa kesetaraan gender masih saja dibelakangkan?
Disaat seorang perempuan mengajukan opininya dianggap 'tidak
cocok' atau tidak tepat tapi ketika laki-laki yang mengutarakan opininya
terkhusus didepan umum dianggap layak atau suatu pendapat yang tepat?
Perempuan disuruh memilih.
Padahal perempuan juga ingin menjadi sama dengan laki-laki.
Seorang perempuan juga mampu menyaingi pola pikir atau pun kepemimpinan dari
laki-laki.
Kita bisa lihat zaman sekarang yang jadi public figure itu lebih
banyakan perempuan, bukan?
Mari kita lihat perempuan-perempuan yang memimpin dengan sama arti dapat menyamaratakan kesetaraan gender.
1. Raden Ajeng Kartini, mengangkat derajat perempuan melalui jalur pendidikan dengan membuka sekolah di
Jepara khusus untuk perempuan karna Kartini yakin hanya dengan jalur pendidikan kesederajatan status dan peran dengan kaum laki-laki
2. Megawati Soekarnoputri,Presiden pertama perempuan Indonesia Secara langsung mengangkat derajat
perempuan, bahwa perempuan mampu memimpin apalagi memimpin negara
3. Sri Mulyani, wanita pertama yang memimpin Development Comittee (forum tingkatmenteri dari bank dunia)
4. Rektor termuda, Risa Santoso, di usianya 27 tahun menjadi seorang rektor di Institut Teknologi dan Bisnis, Malang dan pernah menjadi Ahli Muda di Staf Presiden
5. Lulusan perempuan terbaik, baik dalam negeri maupun luar negeri semakin banyak
Dan masih banyak lagi...!
Zaman sekarang,peme*go**an, penjualan perempuan secara ilegal, semakin merajalalela.
Tidak hanya perempuan yang memakai pakaian terbuka yang menjadi korbannya tetapi
saudara sendiri pun bisa jadi korban yang membuat perempuan rusak,malu,mentalnya
down saat korban perempuan tersebut berkecimpung dimasyarakat luas.
Dimana kelemahan perempuan yang masih dilihat sebelah mata??
Jika dilihat secara fisik maupun tenaga, ya benar memang bahwa laki-laki jauh lebih memiliki itu (but
that's not all).
Tapi zaman sekarang di era globalisasi yang semakin berkembang
bukanlah kita adu siapa yang paling kuat secara fisik tapi siapa yang mampu, hebat, berwawasan luas baik secara bepikir, mentalitas, maupun kecepatan bertindak untuk mencari solusi disetiap situasi yang ada.
Dunia mengajarkan kita untuk berani speak up disaat hak-nya perempuan di nomor 2-kan!
Dunia juga butuh sosok perempuan yang dapat mengelola berbagai macam hal bukan hanya dianggap
'pelengkap' belaka.
Mari untuk semua perempuan dunia terkhusus perempuan Indonesia maju dan berani bicara disaat harus berdiri sejajar dengan laki-laki
saat menyuarakan pendapat mewakili seluruh perempuan.
Karna kita hebat bukan diukur dari kekuatan fisik semata tapi bagaimana kita sebagai orang yang open minded terhadap lingkungan sekitar kita.
Thank you udah baca blog aku:)
Stay healthy & stay happy!
See you di next blog aku;)
Cakep kli akhhh
BalasHapusMarvelous 👏🏻👏🏻
HapusDah cocok nihk jadi Motivator 🙃
BalasHapus